➮ [Read] ➪ Cinta Tak Pernah Tua By Benny Arnas ➺ – Motyourdrive.co.uk

Cinta Tak Pernah Tua pdf Cinta Tak Pernah Tua, ebook Cinta Tak Pernah Tua, epub Cinta Tak Pernah Tua, doc Cinta Tak Pernah Tua, e-pub Cinta Tak Pernah Tua, Cinta Tak Pernah Tua 2663245785b Bakda Kehancuran Di Daerah Danau Ranau, Seperti Diturunkan Tuhan, Samin Menyusuri Rimba Belalau Di Lubuklinggau Untuk Bercinta Dengan Kecubung Dan Mati Untuk Ketiga KalinyaSamin Adalah Seorang Veteran Dengan Riwayat Lima Istri Sebuah Kecelakaan Di Pengujung Sakban Mendamparkan Ia Dan Istrinya Ke Taman Paling Indah, Sekaligus Menjadi Gerbang Untuk Memasuki Kisah Cinta Terlarangnya Dengan Seorang Kompeni Dari Greenwich Pada Tahun Yang Lalu Riwayat Asmaranya Dengan Perawan Tua Mahasetia Di Kayuara Yang Percaya Bahwa Suatu Waktu Seorang Pemuda Bernama Musmulikaing Akan Mengantar Kabar Keberadaan Dirinya Perihal Sebatang Pohon Tanjung Yang Mengolok Olok Penantiannya Terhadap Anak Bujang Pembangkang Yang Berdikari Di Aceh Besar Juga Tentang Bunga Dan Hewan Yang Dikirim Tuhan Untuk Membuat Hidupnya Makin Penuh MisteriJustru Ketika Tuhan Melemparnya Ke Zaman Ular Bertanduk Dan Anak Anak Perempuan Tetangganya Menikah Di Eropa, Di Dalam Rumah Panjang Nan Eksotik, Samin Baru Mengerti Bahwa Ada Cinta Yang Lebih Perkasa Dari Yang Ia Gumuli Selama Ini


10 thoughts on “Cinta Tak Pernah Tua

  1. says:

    Senandung Bahasa Benny Arnas dimuat di JAWA POS, 12 Oktober 2014 Setiap ada cerpenis yang mengumpulkan cerpen cerpen yang sudah tayang di media massa, lalu menjadikan satu dalam sebuah buku kumpulan cerpen, selalu muncul pertanyaan dalam kepala, apa pembaca buku masih membutuhkannya Bukankah cerpen cerpen tersebut sekarang bisa dengan mudah dinikmati secara online Tetapi, pertanyaan tersebut terbantahkan ketika kita mengingat perkataan begawan sastra Umar Kayam Kayam pernah menyebutkan, cerpen adalah bentuk sastra tersendiri yang harus dipromosikan sebagaimana layaknya novel dan puisi Pembukuan merupakan salah satu metode dokumentasi untuk menjadikan cerpen sebagai konsumsi publik yang lebih luas Membuat cerpen tidak mudah tua dimakan waktu Tentu usaha penyatuan cerpen cerpen menjadi buku harus memuat kejutan tersendiri untuk pembaca yang sejadinya sudah lebih dulu membaca cerpen cerpen tersebut di media massa.Nahm kejutan itu yang bisa didapatkan pembaca dari kumpulan cerpen Benny Arnas B.A bertajuk Cinta Tak Pernah Tua Buku dari tokoh muda sastra Jawa Pos 2013 ini, terdiri dari 12 cerita pendek yang pernah tayang di koran koran besar negeri ini Kehadiran buku tersebut tidak jadi biasa biasa saja, karena dihiasi ilustrasi aduhai dari Ibnu Thalhah dan sebuah kejutan mirip kado spesial Ketika dicermati cerpen cerpen ini berkelindan menjadi satu cerita panjang yang kompak.selengkapnya di saya kali ini dibaca sama penulis kesukaan saya, Budi Darma yang kemudian mengirim pesan kepada Bang Benny Arnas.


  2. says:

    Beberapa tahun lalu, dalam sebuah acara sastra di Solo, ada seorang peserta bertanya pada saya, siapa penulis muda yang menurut saya akan muncul di dunia sastra di Indonesia Waktu itu keadaan sastra Indonesia masih berbeda dengan sekarang Koran koran masih cenderung memuat penulis bernama besar, jadi saya merasa pertanyaan itu sangat visioner Waktu itu saya menjawab dua nama yang saya kira akan tampil Salah satunya Benny Arnas BA Saya pikir, kumcer Bulan Celurit Api BCA akan menjadi salah satu kumcer yang terus dikenang.Saya sama sekali tak pernah menyangka, di Ubud Writers and Readers Festival 2010, saya bertemu langsung dengannya Sejak itulah, saya lebih mengikuti tulisan tulisannya Saya membaca cerpen cerpennya di koran dan membeli buku buku barunya Ini menjadi penting, karena dari belasan penulis UWRF di angkatan kami, hanya tersisa beberapa gelintir saja yang masih terus aktif menulis Sehingga tulisan kawan kawan itu di media, seperti jadi pelipur kangen buat saya pada mereka Apalagi terhadap BA Saya merasa berhutang besar padanya Gara gara dia jugalah, saya bisa diundang ke Wordstorm Festival di Darwin tahun 2012 Tapi tentu itu bukan hal penting yang perlu dibahas di sini Dua hari yang lalu saya mendengar buku Cinta Tak Pernah Tua Cinta , masuk dalam 10 besar Khatulistiwa Award Saya tiba tiba merasa harus menulis tentang ini, karena sekian tahun berteman, saya tak pernah sekali pun menulis tentang bukunya Ini tentu kalau terus dilanjutkan bisa menjadi sebuah dosa besar yang tak termaafkan.Jujur saja, awalnya agak malas juga membaca Cinta Karena saat melihat cerpen cerpen dalam daftar isinya, saya merasa sudah pernah membaca sebagian besar ceritanya Beberapa cerpen bahkan sempat saya komentari melalui pesan singkat.Saya sempat terjebak menganggap buku ini sebagai kumcer Baru saya sadari kalau BA tak menulis kata itu di cover depannya Jadi saya baru tahu kalau ini adalah semacam kumcer berbenang merah, atau menurut istilahnya adalah novel hybrid Ya, seperti 9 dari Nadira dan Surga Sungsang Hanya saya pikir tak menulisi embel embel apa apa di depannya, itu sebuah langkah yang tepat Sehingga perspektif pembaca tidak terganggu apakah itu cerpen atau novel Pengelompokan ini kadang memang mencederai sebuah karya.Tapi membaca judul buku ini membuat pertanyaan pertanyaan tak penting muncul pada saya, kenapa akhir akhir ini BA terpaku pada tema cinta Ini membuat saya sedikit heran Di sastra, saat banyak penuls suka memosisikan diri pada kemuraman, bahkan kematian, BA malah mengedepankan cinta Ini seperti penulis remaja saja Sekadar info, sebelum dan sesudahnya, BA sudah merilis buku jatuh dari Cinta dan Cinta Paling Setia Apa ini sengaja dilakukannya agar dikenal sebagai pakar cinta, atau ini sekadar ketidaksengajaannya Tentu ini pertanyaan tak penting kedua yang tak perlu dibahas di sini.Satu hal yang tak pernah hilang dari BA adalah gayanya yang sangat melayu Penulis seperti saya, yang sudah sangat beraura Indonesia, akan selalu merasa iri padanya Cinta tampil dengan sangat luwes Kisah Samin mengalir bagai babak babak dalam kehidupannya Libidonya yang tinggi sehingga selalu ingin kawin, keempat istrinya yang memiliki karakter karakter yang berbeda, cinta sejatinya yang tak kesampaian, serta anak anaknya yang mati mendahuluinya Namun dari 12 cerita yang diangkat, menurut saya hanya 9 yang berbenang merah dengan jelas Dua cerita benangnya terlalu samar, bahkan satu cerita hanya bisa saya tebak hubungannya Mungkin, benangnya hijau.Tapi itu tentu hal tak penting ketiga yang tak perlu dibahas di sini Karena ketika satu demi satu kisah mulai terbaca, pikiran usil itu akan lenyap begitu saja BA ternyata menempatkan perkara cinta bukanlah sebagai hal yang sederhana Ia menjadikannya bagai puzzle yang berserakan, siap disusun, namun beberapa bagiannya hilang, sehingga puzzle yang terbentuk kemudian menjadi tak sempurna.Tema buku ini secara keseluruhan tergolong sederhana Padahal biasanya para cerpenis cenderung mencari tema tema besar untuk dieksplorasi, tapi membaca Cinta, semua seperti dibalikkan Dimulai dengan cerita tentang sosok Pengelana Mati dalam Hikayat Kami Cerita ini sebenarnya masuk dalam kategori cerita yang paling biasa biasa saja di buku ini, tapi posisinya menjadi penting saat dijadikan sebagai prolog dari kisah selanjutnya Cerita mulai bergerak di cerita kedua, Gulistan Permasalah semakin menajam di cerita Pohon Tanjung itu Hanya Sebatang dan Muslihat Musim Panas Sebenarnya di dua cerita ini, secara tema masih merupakan cerita drama keluarga kebanyakan, tapi di tangan BA tema yang sederhana sekali pun sepertinya bisa naik kelas Coba lihat teks saat ia menggambarkan kesedihan Kali ini ia tak mampu menahan laju air penyesalan itu keluar dan jatih dari kelopak matanya Semakin ia kusal matanya, semakin basah matanya Semakin basah punggung tangannya, semakin basah pipi keriputnya.Dalam kesederhanaan tema keseluruhannya, BA tetap melakukan beberapa liukan yang kejam di beberapa ceritanya Dalam Muslihat Musim Panas, kisah perceraian yang sebenarnya runtut dan nampak akan biasa biasa saja, tiba tiba dikejutkan dengan ending yang membelokkan semua perspektif yang sudah dibangunnya dengan telaten.BA juga masih mencoba memberontak dengan keliaran imajinasinya, seperti yang dulu saya kenal di buku BCA Kisah Senapan Bengkok mungkin mewakili itu, atau dalam Bunga Kecubung Bergaun Susu Dua cerita itu menurut saya, memberi warna yang mencolok dari buku ini.Namun satu cerita paling kuat di buku ini adalah Orang Inggris Ini satu satunya cerpen yang diambil dari Koran Tempo Di cerita ini, eksplorasi BA terasa berbeda Bau sejarah terasa kental Walau saya tak cukup tahu latar cerita ini, tapi saya kita bisa menikmati perjalanan panjang tokoh Aku dan Charlie, Si Orang Inggris Konsep pengelanaan dibeberkan cukup runtut dan detail, mengimbangi gejolak pikiran si tokoh Aku Walau saya tak yakin apa benar benar seperti itu rute dan keadaanya, tapi BA mampu menyihir saya untuk takjub.Saat satu persatu cerita selesai dibaca, satu persatu kisah pun mulai terbuka Sebagai sesama penulis, konsep penulisan seperti ini selalu membuat saya ingin tahu Saya bertanya tanya, apakah BA merancang seluruh ceritanya semua secara detail dan menulisnya secara berurutan Atau ia hanya menulis garis besarnya semuanya, dan mulai menulis acak sesuai keinginannya Apa pun jawabannya, dalam jeda panjang proses pembuatan buku ini, konstanitas alur yang dibuat BA dalam cerita ceritanya tetap terjaga dengan baik Tak ada cerita yang nampak terburu buru, atau sekadar menjadi pelengkap bagi cerita lainnya Kematangan BA bolehlah diakui di bagian ini Saya pikir nalurinya sebagai penghibur kata sudah cukup berjalan Dalam 12 cerita ini, ia menyebar 3 cerita yang menurut saya paling emosional dalam jeda jeda yang pas Cerita cerita itu ada di cerita kedua, kelima dan kesembilan.Namun selalu ada celah bagi sebuah buku Apalagi yang memakai konsep seperti ini Beberapa karakter yang diciptakan BA terasa tidak cukup stabil Dalam Bunga Kecubung Bergaun Susu, karakter Muklishin diciptakan dengan sangat menarik Bagaimana ia seperti mampu membina hubungannya dengan bunga bunga kecubung yang bagaikan peri peri Namun di cerpen berikutnya, Batubujang, karakter ini seperti kehilangan magisnya Ia lewat bagai cameo yang tak penting, bahkan untuk dibubuhi satu kalimat sekali pun tidak Saya pikir ini adalah kelemahan buku buku bergaya novel hybrid seperti ini.Pamungkas dari catatan ini, saya harus jujur, kalau masih lebih menyukai buku BCA Namun itu, bukan berarti saya tak menyukai Cinta Saya pikir Cinta adalah kematangan BA selanjutnya Ini tetap menjadi naskah yang harus dibaca Apalagi bila mengingat perjalanan karirnya yang panjang sebagai penulis, di mana di saat yang sama, beberapa cerpenis seangkatannya mulai redup dan ganti profesi BA sepertinya malah menunjukkan keproduktifan yang luar biasa.Salut.


  3. says:

    3,5 5 bintangAduuhsusah sekali mereview kumcer ini Benny Arnas adalah nama baru buat gw dan ternyata gw menikmati diksinya yg puitis Pada dua tiga cerpen awal, gw agak lost, namun ketika lanjut membacanya, makin mudah terhanyut Meskipun ini adalah kumcer, para tokoh dan peristiwa di dalamnya saling terkait dan memiliki satu benang merah, yaitu SAMIN.Gw akui, model penceritaan Benny Arnas ini agak nggak umum Belum lagi tipe pemindahan POV nya yg awalnya orang pertama, ujug ujug berubah jadi orang ketiga di cerpen selanjutnya Agak susah juga menghafal keterkaitan tokoh satu dengan yg lain saking banyaknya Sebenernya pingin baca ulang, hanya kalo dalam bentuk ebook gini agak males Semoga berkesempatan pegang hardcopynya agar bisa baca ulang Terima kasih iJak atas peminjaman bukunya


  4. says:

    Dari seluruh lembaran Cinta Tak Pernah Tua, tulisan paling kereeennn ada di halaman persembahan.Ahahaha D


  5. says:

    Awalnya, saya pikir ini kumpulan cerpen biasa Yang ceritanya berbeda beda Ternyata setiap cerita di sini masih saling berkait dan berhubungan Jujur saja, saya nggak terlalu ngerti dengan hampir keseluruhan kisah cerita di buku ini Bahkan awalnya saya nggak ngeh kalau ada satu tokoh utama di buku ini Baru setelah membaca beberapa cerita, saya sadar kalau cerita yang satu dengan yang lain masih berkait.Mungkin, kapan kapan, saya akan baca ulang buku ini Yang jelas, endingnya nyesek banget beneran.


  6. says:

    Sekalipun plotnya menarik, saya tidak bisa menikmati metafora dalam karya Benny Arnas satu ini..


  7. says:

    Novel ber bab yg mengakui dirinya sebagai kumpulan cerpen Saya lebih nyaman mengatakan bahwa ini adalah novel yg bersubbab, namun apa daya penerbit telah melabeli karya ini sebagai kumpulan cerita.Terlepas dr bentuk yg membingkainya, karya ini mengajak pembaca selain untuk mengenal kisah hidup veteran Indonesia paska kolonial yg hampir tidak pernah tersentuh, namun juga mengajak pembaca untuk, berpikir keras Bagaimana tidak Kisah yg dalam diam merangkai pertautan antar ceritanya tidak dapat dipahami secara sekilas terutama saya yg tdk memiliki kemampuan mengingat dg baik Karya ini sukses menghadirkan rasa penasaran saya akan keterkaitan antar ceritanya Jujur, saya sampai2 membuat skema untuk menguraikan benang ruwetnya Di sisi lain, saya rasa, dengan kekentalan lokalitas yg diusung tanpa catatan kaki akhir , pembaca dibawa tersesat atas kata2 yg tidak dimengerti oleh org awam, kafieh hal 9, tidak ada di KBBI Hal seperti itu terkesan sebagai kegenitan lokalitas yg dibangun penulis Ia membiarkan pembaca tersesat dalam hutan belantara kata yg dibuatnya.But, over all, Benny telah berhasil mengungkap sisi lain dari kehidupan Samin, sang mantan pejuang abal2, dengan penceritaan yg menarik Dengan gaya sarkastis, kumpulan cerita mirip novel ini dapat dijadikan amunisi baca bagi penikmat sastra.


  8. says:

    Gue pikir, setelah Bulan Celurit Api BCA , Benny bakal mati Sebab, diibaratkan pertandingan, dua karya berikutnya Jatuh dari Cinta dan Bersetia gak bisa berbuat apa apa alias kalah telak dari buku kumpulan cerpen terbaiknya itu Kehadiran Cinta Tak Pernah Tua CTPT membuat gue jatuh cinta lagi sama karya karya Benny Di buku ini, meski tidak seganas BCA, tapi penceritaan dengan Samin sebagai muara segala muara konflik, membuatnya jadi lain, jadi setaralah dengan BCA O ya, di sini, Benny tidak lagi genit dengan diksi diksi arkaik sebagaimana BCA, dan itu membuat buku ini lebih Indonesia Lima bintanglah ya


  9. says:

    setelah menganalisis dengan menggunakan teori genette, saya mendapatkan makna bahwa dua belas cerita pendek ini mencoba untuk memaknai cinta dalam arti yang tidak sederhana cinta bukan hanya terjalin antara laki dan perempuan cinta itu universal menarik sederhana di baca tapi maknanya tak sesederhana yang dikira sekian.


  10. says:

    Lubuklinggau.Kecubung.Hujan panasSamin.Mukhlisin.Mayang.MaisarahMursal.Misral.danBadri yang semuanya menjadi nyawa buku ini.Dan Senja yang Paling Ibu serta Pohon Tanjung Itu Cuma Sebatang menjadi cerpen yang apik dan Cahaya Dari Barat menutupnya dengan eulogi eulogi yang berhamburan ke langit.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *